Modernis.co, Malang – Penggunaan media digital sekarang ini sudah seperti kebutuhan pokok manusia di era saat ini. Media digital sekarang ini memberikan pengaruh yang sangat besar sehingga dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Mulai dari kebiasaan dalam kehidupan sehari–hari, pendidikan hingga prinsip dalam hidup pun juga dipengaruhi oleh kemajuan digital.
Namun ada banyak hal yang perlu dikaji ulang saat kita memanfaatkan kemajuan tersebut. Apalagi, karena banyaknya hal-hal yang dapat memengaruhi juga kebiasaan tersebut dalam memperoleh pekerjaan.
Dewasa ini, makin majunya media digital harusnya menambah kesempatan peluang kerja untuk para pencari kerja. Namun adanya kemajuan digital ini malah membuat manusia semakin malas dan nyaman dengan dunia digital hingga membuat mereka semakin sulit memperoleh pekerjaan.
Menurut bps.co.id Persentase pekerja komuter Agustus 2022 sebesar 5,97 persen, mengalami peningkatan 0,37 persen poin dibanding Agustus 2021. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2022 sebesar 5,86 persen, turun sebesar 0,63 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2021.
Ada beberapa penyalahgunaan media digital khususnya media sosial yang mempengaruhi sulitnya bagi para pencari pekerjaan dalam mencari pekerjaan, yakni sebagai berikut :
Hoax
Makin mudahnya pertukaran informasi di media digital yakni media sosial, maka semakin mudah juga banyaknya informasi palsu yang akan tersebar. Itu semua dikarenakan orang – orang dapat semakin mudah mengoperasikan media digital karena teknologi digital yang semakin maju.
Hoax atau informasi palsu ini biasanya muncul disebabkan oleh orang – orang yang iseng atau orang–orang yang memiliki rasa kebencian terhadap orang yang akan dituju dan diberi berita hoax khususnya pada media sosial.
Penipuan
Hampir sama seperti berita hoax, penipuan juga sudah awam terjadi pada media sosial. Karena semakin mudahnya penggunaan media sosial dari kemajuan teknologi digital tersebut. Rata–rata nama yang digunakan oleh pelaku penipuan merupakan nama – nama ecommerce atau perusahaan ternama namun dengan menggunakan nomor pribadi atau akun pribadi sendiri.
Biasanya yang menjadi korban kebanyakan adalah orangtua yang belum sepenuhnya mengerti tentang kemajuan media sosial. Ada juga penipuan-penipuan melalui media sosial dengan motif yang sangat sederhana yakni berpura pura menjadi saudara untuk meminta uang.
Ada juga dengan motif memberikan hadiah voucher dimana sang korban harus memenuhi ketentuan dan syarat yang ditentukan oleh sang pelaku terlebih dahulu.
Seks Komersial Online
Sudah menjadi lagu lama, seseorang yang putus asa selalu menggunakan dan menghalalkan segala cara agar dapat mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup yang diinginkan, ada yang mencuri, menipu dan bahkan sampai menjadi pekerja seks komersial.
Hal ini juga terjadi di media sosial, karena semakin mudahnya orang – orang mendapatkan relasi dan kenalan satu sama lan maka semakin mudah juga orang – orang dalam mempromosikan sesuatu yang ingin ia jual. Dalam hal ini aktivitas seks komersial secara online melalui media sosial telah banyak terjadi.
Sebagai contoh sekarang banyak sekali adanya akun-akun yang menjual grup yang isinya berupa video–video dewasa yang diperjualbelikan. Ada juga dalam bentuk aplikasi yang alibinya merupakan aplikasi chat dan mencari kenalan.
Namun, ternyata di dalamnya terdapat banyak orang–orang yang menjual diri sehingga dapat makin mempermudah orang-orang yang melakukan hal terlarang ini. Hal negatif seperti ini lah yang membuat bangsa semakin bobrok apalagi anak–anak di bawah umur dapat mengakses hanya dalam genggaman tangan mereka. Sungguh miris bukan ?
Kriminalitas
Tak hanya seks komersial dan penipuan saja, kriminalitas pun tentunya dapat terjadi dengan mudah. Apalagi pelaku membutuhkan waktu dan usaha yang sangat minimal. Hanya dengan mengawasi sang korban melalui akun media sosialnya saja. Banyak sekali kasus kriminalitas yang terjadi di masyarakat melalui media sosial. Baru-baru ini maraknya kasus kriminalitas melalui facebook.

Hal ini dilakukan dengan dalih sang tersangka ingin berkenalan dengan sang korban lalu sang tersangka merancang siasat sampai pada titik dapat bertemu dengan sang korban. Lalu setelah ia bertemu barulah ia melancarkan aksinya. Kriminalitas yang terjadi di media sosial ini tak hanya sampai pada penipuan saja, namun bisa sampai terjadinya pembunuhan, penganiayaan, bahkan pemerkosaan.
Pembullyan
Pembullyan atau perundungan merupakan tidak dapat dibiarkan yang justru menjadi kebiasaan dan tradisi buruk masyarakat. Perundungan dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Apalagi sekarang terdapat kemajuan teknologi yang kita kuasai hanya dalam genggaman gadget kita.
Perundungan ini juga dapat terjadi melalui media sosial seperti facebook, Instagram dan lain-lain. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menberikan komentar yag berbau negative atau bahkan mencemooh hngga merendahkan kekurangan manusia satu sama lain. Hal ini yang membuat hal-hal buruk yang dapat menyebabkan kriminalitas hingga terjadi. ‘
Itulah beberapa penyalahgunaan yang ada pada kemajuan media digital saat ini. Begitu banyak hal yang bisa saja terjadi tanpa kita ketahui dan kita rencanakan. Bahkan ada yang sampai dapat menyebabkan kriminalitas. Hal ini merupakan penyalahgunaan media sosial yang sangat parah.
Padahal, harusnya dengan kemudahan dan kemajuan teknologi ini, kita seharusnya dapat memanfaatkan fasilitas dan kemajuan teknologi yang ada.
Namun beberapa orang yang serakah dan berniat jahat malah melakukan hal yang tidak pantas dan menghalalkan segala cara agar nafsu dan keinginan terpenuhi. Sebagai pengguna media sosial memanfaatkan kemudahan tersebut dengan bijaksana dan sesuai fungsinya.
Agar semakin terciptanya dampak positif yang kita peroleh dari kemajuan era digital ini dan semakin mudahnya kita melakukan semua hal seperti melakukan kegiatan sehari–hari, pekerjaan , mencari relasi yang baik.
Oleh: Rangga Adhi Parayoga, Mahasiswa Akuntansi UMM


Kirim Tulisan Lewat Sini